Selasa, 19 Desember 2017

OPTIMIS DAN PESIMIS ITU PASANGAN YANG UNIK

Ikatan Fungsional Pengadaan Indonesia (IFPI) memang tidak dapat mengubah dunia, tetapi dengan berpikir positif, Insan yang bergabung dalam IFPI dapat mengubah cara bereaksi terhadap suatu kejadian. Pada gilirannya hal ini dapat memiliki efek besar terhadap ekosistem pengadaan barang/jasa yang professional, berintegritas dan independen.
Pengadaan yang profesional bisa diwujudkan jika yg melaksanakan punya jiwa profesional, paham betul akan profesinya, jika yang melaksanakan pengadaannya adalah ASN yang jiwanya Pengabdi, (abdi, babu) maka tidak akan bisa diwujudkan pengadaan yang profesional.
Semua kita tahu ASN itu bekerja berdasar komando, taat dan patuh pada perintah atasan. Bagaimana bisa seorang ASN bekerja profesional jika wajib patuh pada perintah atasan?.
Begitu juga halnya dengan berintegritas. Makna integritas itu jujur, bersih, konsisten atas kejujurannya pada setiap tindak tanduk, artinya seseorang baru bisa dikatakan berintegritas jika jujur dalam setiap tindakan dalam kondisi dan keadaan apapun. Artinya orang seperti ini sudah tidak memikirkan lagi yang namanya kepentingan dalam bentuk apapun didalam pengadaan, tidak berpikir mau mencuri uang negara, tidak berpikir mau bersekongkol demi suap dll. Sedangkan saat ini apakah pelaksana pengadaan di negeri ini sudah yang seperti ini? JIka iya, hebat, karena berakhlak mulia.
Dan independen ini lebih sulit diwujudkan. karena selagi pokja masih dibawah kaki tangan kekuasaan maka adak akan mungkin bisa diwujudkan pengadaan yang independen, kecuali negara membentuk Badan Pengadaan Nasional.
Pengadaan Nasional hanya khusus mengelola pengadaan barang/jasa saja. Pokja yang ada dilembaga ini full profesional yang digaji cukup memberi jaminan hidup yang layak dan status sosial yang bermartabat (tidak dalam tekanan). Kalau masih berstatus ASN dibawah komando struktural, meragukan ASN itu bisa independen, berintegritas dan profesional.
Jadi kesimpulannya masih hanya sekedar mimpi mewujudkan pengadaan yang profesional, berintegritas dan independen. Mimpi panjang entah sampai kapan. Bisa jadi 100 tahun lagi baru bisa diwujudkan. Begitu PESIMIS-nya.
Tetapi mimpi tetap penting, punya mimpi berarti memiliki harapan dan kekuatan untuk mewujudkannya, biarkan penghalangnya, dan mimpi itu tetaplah milik kita. IFPI OPTIMIS.
Mimpi itu adalah karunia dan nikmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dan mimpi juga ditentukan oleh aktivitas kita demi pengabdian kepada-NYa, jika upaya untuk sepenuhnya mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk kebaikan maka mimpinya akan baik, indah dan menyenangkan begitu juga sebaliknya.
Mimpi pengadaan transparan, adil/tidak diskriminatif, profesional, berintegritas, independen, akuntabel dan bebas korupsi akan tetap sebagai mimpi yang tidak menjadi kenyataan jika seluruh insan pengadaan hanya bisa beretorika saja. Tanpa mampu menerapkan integritas, profesional, independen, adil, dan bebas korupsi pada diri masing-masing. Salam Pengadaan (Jokopi& Alisky Hasan Ayub).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REFLEKSI IFPI DI HARI JADI KE-2 (Fokus Pada Langkah Maju) TAHUN 2018

Pada usia IFPI yang ke-2 (dua tahun), telah melewati banyak hal, tentunya dengan langkah maju. Maju dan terus maju walau banyak kelemahan ...